Header Ads

Buku Kecil Ini Mempertemukan Nilai Luhur Pancasila dan Budhisme Dengan Mudah

"Melalui buku kecil ini, Jo Priastana membantu kita memahami Pancasila dan Buddhadarma sekaligus"

Buddhadarma Kontekstual, Pancasila dan Kebangsaan. Karya Jo Priastana. 

Jo Priastana adalah dosen di Sekolah Tingga Agama Buddha (STAB) Nalanda di Jakarta Timur. Dia menamatkan program sarjana di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara dan Universitas Indonesia (UI). Kemudian melanjutkan S2 Filsafat kembali di UI.

Saya mengenal Pak Jo, begitu saya akrab menyapa, di Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP). Pak Jo adalah salah satu tokoh Buddhis yang sering kami ajak untuk berdiskusi soal kondisi kehidupan beragama di Indonesia. Pak Jo adalah dosen yang dekat dengan mahasiswa-mahasiswinya. Begitu yang saya tangkap, ketika melihat beberapa mahasiswa mengobrol dengan santai dengannya. 

Beberapa bulan lalu, saya ketemu dengan pak Jo di perpustakaan nasional. Tidak sengaja, kami ketemu dalam rangka mengenang seorang tokoh perdamaian di Indonesia. "Saya sudah menyusun buku baru. Mukhlisin tolong kasih endorsement ya," pintanya. Saya mengiyakan. 

Setelah itu saya kirim kalimat endorsement melalui wa. Jika anda membeli buku ini, anda dapat membaca sendiri isi endorsement saya. he

Satu bulan kemudian, buku itu dikirim ke kantor saya. Bukunya kecil bersampul putih. Judulnya, Buddhadarma Kontekstual; Pancasila dan Kebangsaan. Buku yang sangat kontekstual dengan kondisi bangsa saat ini.

Dari buku ini, menurut saya ada beberapa catatan penting: 


Buddhadarma Tekstual dan Kontekstual 

Buddha sebagai ajaran agama, sama seperti agama-agama yang lain. Jika tidak dapat dikontekstualkan dengan kondisi dan kebutuhan zaman saat ini, maka akan usang. Sejatinya agama hadir untuk memberikan solusi sosial kemasyarakat. 

Oleh sebab itu, perlu pemaknaan yang kontekstual terhadap Buddhadarma Tekstual. Buddhadarma tekstual dapat ditemukan secara tertulis pada Tri Pitaka yang terdiri dari Vinaya Pitaka, Sutta Vitaka, dan Abidhamma Pitaka

Salah satu yang menurut saya penting adalah pesan Buddha pada Dhammapada 183 "Hentikan Kejahatan, berbuatlah kebaikan, sucikan hati dan pikiran. Inilah ajaran para Buddha."

Kontekstualisasi Buddhadarma perlu dilihat dari dua sisi, yakni masa dulu dan masa kini. Dengan demikian, maka pemahaman akan lebih utuh. 


Engaged Buddhism

Poin ini menekankan pentingnya umat buddha terlibat dalam segala persoalan di masyarakat. Agama tidak hadir untuk dinikmati sendiri. Namun, turut hadir dalam membantu berbagai keruwetan persoalan masyarakat. 

Istilah Engaged Buddhism ini sendiri diidentikkan dengan tokoh-tokoh buddhis modern seperti Sulak Sivaraksa (Thailand), Thich Nhat Hanh (Vietnam), Maha Ghosananda (Kamboja), Dalai Lama (Tibet), Aung Syan Sun Kyi (Myanmar), AT Ariyatne (Srilanka), Daisaku Ikeda (jepang), Cheng Yen (Taiwan), shantikaro (Amerika), Buddhadasa (Siam), Ven. Sangharakshita (Inggris), Dr. B.R Ambedkar (India). 

Selain itu, ada pula beberapa tokoh buddhis perempuan. seperti Amchi Kandro Yangkar (Tibet), Ven. Karma Lekshe Tsomo, Ven. Thubten Chodron (Western Nuns), Dr. Chatsumarn Kabilsingh, Voramai Kabilshings (Thailand), Ven. Ayya Khema (AS), Madhumaya (India), dll. 

Mereka adalah manusia bodhisattva yang turun langsung membantu menyelesaikan problem kemanusiaan. 


Pancasila dan Kebangsaan 

Seperti yang dijelaskan Bung Karno, Pancasila merupakan intisari dari berbagai kepercayaan dan budaya orang Indonesia. Sejatinya, nilai-nilai Pancasila sudah mengakar kuat dalam pribadi bangsa Indonesia. Ideologi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika mampu menyatukan 714 suku bangsa, 1.100 lebih bahasa dan 17.000 di nusantara. 

Menurut Jo Priastana, Pancasila selaras dengan nilai Buddhis humanistik yang mencerminkan sikap inklusif, toleran, dan keterbukaan kebernaran terhadap kelompok lain tanpa harus menghancurkan kebenarannya sendiri.

Nilai Pancasila telah menjiwai bangsa Indonesia terutaa umat Buddha sejak zaman Sriwijaya, Majapahit, maupun Mataram Kuno. Jo Priastana menekankan, bagi Umat Buddha, Pancasila dan Buddha merupakan sebuah satu kesatuan.  


No comments

Terimakasih sudah mengunjungi blog ini, semoga bermanfaat. Silakan isi komentar berikut jika ingin menanyakan sesuatu...

Created by Lisonk. All Right Reserved. Powered by Blogger.